Indonesia Tanpa Gelar di Japan Open 2025

- Pewarta

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harianolahraga.com– Awan gelap masih memayungi dunia bulutangkis Indonesia. Hal itu ditandai dengan kegagalan wakil Merah Putih yang tak mampu merebut gelar juara di ajang Japan Open 2025 berhadiah total 950.000 dolar AS di Tokyo, Jepang.

Japan Open merupakan turnamen level Super 750 ketiga yang digelar musim 2025. Sebelumnya sudah digelar ajang India Open serta Singapore Open dimana kubu Indonesia juga gagal memenangkan gelar juara.

Prestasi terbaik Indonesia di Japan Open 2025 hanya dicatat tiga wakil, masing-masing tunggal putri Putri Kusuma Wardani, ganda putra Fajar Alfian/Muhamad Shohibul Fikri, serta ganda putri Lanny Tria Mayasari/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Ketiga wakil Indonesia tersebut terhenti langkahnya di perempat final.

Putri KW yang tampil menghadapi unggulan kedua Wang Zhi Yi dari China sempat memberi harapan ketika unggul lebih dulu di game pertama. Namun di game berikutnya dibuat tak berkutik hingga menyerah dalam laga tiga game 22-20, 17-21, 12-21.

“Dan untuk penampilan Putri, sebagai pelatih saya merasa puas tapi sekaligus sedikit kecewa. Puasnya karena ada grafik peningkatan baik itu dari cara main, dari kesabaran dan dari senjata-senjata yang sering mati sendiri. Masih ada memang tapi sudah berkurang. Insting dan daya tahan fisik Putri juga meningkat. Kalau kecewanya adalah seharusnya di gim kedua atau gim ketiga kemarin saat melawan Wang Zhi Yi bisa mengambil. Namun ada hal yang tidak boleh dilakukan tapi masih dilakukan. Hal kecil seperti lebih sabar ini yang perlu diperhatikan, perlu lebih fokus lagi,” ujar pelatih tunggal putri Pelatnas PBSI, Imam Tohari.

Di laga berikutnya Fajar/Fikri yang baru pertama kali dipasangkan juga harus bermain tiga game dengan skor ketat 13-21, 21-17, 20-22 sebelum menyerah saat menghadapi unggulan teratas Goh Sze Fei/Nur Izzudin dari Malaysia.

Setali tiga uang, Lanny/Fadia sempat mencuri kemenangan di game pertama melawan pasangan unggulan teratas Liu Sheng Shu/Tan Ning dari China. Sayang di game selanjutnya konsistensi mereka tak terjaga hingga menyerah dalam tiga game 21-10, 17-21, 16-21.

“Menurut saya permainan hari ini berimbang, tidak ada yang benar-benar dominan baik dari tempo, pola ataupun hawa di lapangan. Hanya itu selalu di poin-poin tua, 16 ke atas kami banyak sekali membuang poin. Itu menjadi PR kami dan ganda putri juga. Kami selalu bisa mengimbangi ganda putri top 10 tapi di finishingnya masih kurang konsisten sedikit lagi,” ungkap Fadia usai laga. (dar)

 

 

 

 

Berita Terkait

PB Djarum Rebut Piala Liem Swie King dan Piala Sigit Budiarto
Tiga Wakil Indonesia ke Perempat Final China Masters
Tiga Tunggal Putra Indonesia Kandas di Laga Awal
Tim AS dan Filipina Gali Ilmu di Polytron Super Liga Junior
Nozomi Okuhara Tampil di Pekanbaru
Polytron Superliga Junior 2025 Diikuti 654 Atlet
Audisi PB Djarum Loloskan 50 Atlet Masuk Karantina
Alwi Melaju ke Perempat Final Hongkong Open
Tag :

Berita Terkait

Senin, 22 September 2025 - 05:43 WIB

PB Djarum Rebut Piala Liem Swie King dan Piala Sigit Budiarto

Jumat, 19 September 2025 - 07:52 WIB

Tiga Wakil Indonesia ke Perempat Final China Masters

Kamis, 18 September 2025 - 15:58 WIB

Tiga Tunggal Putra Indonesia Kandas di Laga Awal

Rabu, 17 September 2025 - 22:33 WIB

Tim AS dan Filipina Gali Ilmu di Polytron Super Liga Junior

Selasa, 16 September 2025 - 08:35 WIB

Nozomi Okuhara Tampil di Pekanbaru

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB