KARAWANG – Sebanyak 300 penggiat pencak silat dari berbagai kecamatan di Kabupaten Karawang ambil bagian dalam Kejuaraan Pencak Silat Festival Olahraga Kabupaten (FORKAB) KPS Nusantara Karawang 2026 yang digelar di Padepokan IPSI Karawang, Minggu (7/6/2026). Ajang yang menjadi bagian dari Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (FORMASKAB) tersebut berlangsung meriah dan menjadi salah satu event pembinaan terbesar yang digelar KPS Nusantara Karawang tahun ini.
Kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi wadah kompetisi bagi para pesilat, tetapi juga sarana pembinaan atlet serta pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang telah diakui dunia.
Ketua KPS Nusantara Kabupaten Karawang, Ardawi Sumarno, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa FORKAB 2026 merupakan penyelenggaraan ketiga yang dilaksanakan oleh KPS Nusantara Karawang bersama KORMI Kabupaten Karawang.
“KPSN Kabupaten Karawang telah sukses menyelenggarakan Porkab KORMI yang ketiga. Kami akan terus bersinergi dengan KORMI dalam mewujudkan masyarakat yang gemar berolahraga sehingga kualitas hidup sehat masyarakat Karawang semakin meningkat,” ujar Ardawi.
Kejuaraan ini mempertandingkan sejumlah kategori, mulai dari Ksatria Muda Putra dan Putri, Ksatria Madya Putra dan Putri hingga kategori beregu. Selain menjadi arena kompetisi, FORKAB juga menjadi sarana evaluasi hasil latihan ratusan penggiat pencak silat yang selama ini aktif mengikuti pembinaan di wilayah Karawang.
Menurutnya, pencak silat memiliki peran penting tidak hanya sebagai cabang olahraga prestasi, tetapi juga sebagai sarana pendidikan karakter dan pelestarian budaya Nusantara.

“Pencak silat adalah warisan budaya Indonesia yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan pencak silat tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” katanya.
Ardawi menjelaskan, FORKAB menjadi bagian dari proses pembinaan atlet yang berkelanjutan. Melalui kompetisi tersebut, kemampuan para pesilat dapat diukur sekaligus dipersiapkan untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi.
“Kami berharap hasil dari kejuaraan ini dapat menjadi bekal bagi atlet-atlet Karawang untuk berprestasi pada tingkat daerah maupun nasional. Ini adalah bagian dari proses menuju event-event yang lebih besar di masa mendatang,” jelasnya.
Selain pembinaan prestasi, KPS Nusantara Karawang juga ingin menunjukkan bahwa pencak silat merupakan olahraga yang mudah diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Pencak silat adalah olahraga yang relatif murah dan bisa dilakukan siapa saja. Tidak dibatasi ruang dan waktu. Karena itu pencak silat dapat menjadi pilihan olahraga masyarakat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran,” tambahnya.
Dari hasil pertandingan, Kecamatan Karawang Barat tampil dominan dengan meraih gelar juara umum setelah mengumpulkan empat medali emas dan satu medali perunggu. Posisi kedua ditempati Kota Baru dengan raihan satu emas, satu perak, dan dua perunggu, sedangkan Kecamatan Tirtajaya berada di peringkat ketiga dengan satu emas dan satu perak.

Keberhasilan penyelenggaraan FORKAB KPS Nusantara Karawang 2026 diharapkan semakin memperkuat pembinaan olahraga masyarakat sekaligus melahirkan pesilat-pesilat potensial yang mampu mengharumkan nama Karawang pada berbagai ajang kompetisi di masa mendatang.
Hasil Juara Umum FORKAB KPS Nusantara Karawang 2026:
- Karawang Barat – 4 emas, 1 perunggu
- Kota Baru – 1 emas, 1 perak, 2 perunggu
- Tirtajaya – 1 emas, 1 perak
Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, FORKAB KPS Nusantara Karawang kembali membuktikan bahwa pencak silat tetap menjadi olahraga sekaligus budaya yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat. (alam)






