ID FOOD Siapkan Peta Jalan Wujudkan Swasembada Gula Nasional Tahun 2030, Dukung Target Pemerintah

Avatar photo

- Pewarta

Rabu, 28 Februari 2024 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan. (Facebook.com/@ID FOOD)

Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan. (Facebook.com/@ID FOOD)

HARIANOLAHRAGA.COM – Holding BUMN Pangan ID FOOD siapkan peta jalan untuk mendukung target pemerintah mewujudkan swasembada gula nasional tahun 2030.

Yuks, dukung promosi kota/kabupaten Anda di media online ini dengan bikin konten artikel dan cerita seputar sejarah, asal-usul kota, tempat wisata, kuliner tradisional, dan hal menarik lainnya. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

Langkah strategis yang dijalankan diantaranya percepatan penerapan digitalisasi dan mekanisasi industri gula ID FOOD baik on farm maupun off farm.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama ID FOOD Frans Marganda Tambunan saat menjadi pembicara.

Frans Marganda menyampaikan hal itu dalam Seminar Nasional Pergulaan dengan topik “Kiat Mencapai Target Swasembada Gula 2030” di Surabaya, Selasa (27/2/2024).

Menurutnya, sektor gula masih menjadi lini bisnis utama Perseroan, untuk itu sebagai BUMN, ID FOOD memiliki peran dan tanggung jawab yang besar.

Dalam mendukung tercapainya swasembada gula konsumsi di 2028 dan swasembada industri gula dan peningkatan produksi bioetanol di 2030.

Baca artikel lainnya di sini : Pemerintah Berharap Inflasi Volatile Food Turun hingga di Bawah 5 Persen, Inflasi Februari 2024 Terkendali

Sebagaimana yang diamanatkan Peraturan Presiden Republik Indonesia (Perpres) Nomor 40 Tahun 2023, tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol Sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

Frans sebagaimana dilansir Info Publik mengatakan, untuk membantu mencapai swasembada gula 2030 ada banyak aspek pengembangan teknologi yang perlu dilakukan, seperti Internet of Things, Pertanian Presisi, dan Mekanisasi Pertanian.

Lihat juga konten video, di sini: Gelar Silaturahmi Kebangsaan dengan 1.600 Muslimat NU dan Relawan Jatim, Prabowo Ucapkan Terima Kasih

“ID FOOD sendiri saat ini telah menyiapkan peta jalan pengembangan teknologi industri gula untuk mendukung terwujudnya swasembada gula 2030 yang terbagi secara on farm dan off farm,” ujarnya.

Pada tahap awal, yaitu di tahun ini sampai 2025, Frans mengatakan, perseroan fokus pada optimalisasi penggunaan aplikasi mobile planter.

Juga monitoring drone untuk pemetaan dan analisis data lahan, perluasan penggunaan boom sprayer, penataan varietas, dan penerapan aplikasi lelang gula ID FOOD.

“Sedangkan di lini off farm, dilakukan perluasan penggunan sensor di setiap line pabrik dan standarisasi proses quality control,” sebutnya.

Peluang bagi aktivis pers pelajar, pers mahasiswa, dan muda/mudi untuk dilatih menulis berita secara online, dan praktek liputan langsung menjadi jurnalis muda di media ini. Kirim CV dan karya tulis, ke WA Center: 087815557788.

Untuk tahun 2026-2028, akan dilakukan peningkatan fitur mobile planter, big data industri tebu, serta perluasan mekanisasi pertanian.

Menurut Frans, modernisasi peralatan utama di pabrik gula dengan teknologi terbaru juga menjadi prioritas guna meningkatkan efisiensi.

Portal berita ini menerima konten video dengan durasi maksimal 30 detik (ukuran dan format video untuk plaftform Youtube atau Dailymotion) dengan teks narasi maksimal 15 paragraf. Kirim lewat WA Center: 085315557788.

“Pada 2029-2030 kita targetkan industri gula ID FOOD sudah full mekanisasi termasuk pengimplementasian Co-Gen (Kogenerasi) untuk penyerapan secara optimal energi yang dihasilkan pabrik gula,” urainya.

Menurut Frans, penerapan digitalisasi teknologi industri gula secara masif oleh para pelaku usaha merupakan langkah yang paling efektif untuk mendukung tercapainya target swasembada gula 2030.

Investor yang serius bisa mendapatkan 100% kepemilikan media online dengan nama domain super cantik ini. Silahkan ajukan penawaran harganya secara langsung kepada owner media ini lewat WhatsApp: 08557777888.

Pasalnya, penerapan digitalisasi teknologi akan berpengaruh signifikan bagi terwujudnya industri gula yang lebih sehat.

“Kita ketahui tantangan terbesar swasembada gula adalah pemenuhan lahan 700 ribu ha yang saat ini sedang dijajaki dan diupayakan Pemerintah.”

“Untuk mencetak lahan sebanyak itu dalam kurun waktu 6 tahun ke depan tentu bukan hal yang mudah.”

“Maka yang terpenting dan bisa kita akselerasi bagaimana membangun industri gula yang lebih sehat ke depan melalui peningkatan digitalisasi teknologi,” paparnya.

Terkait implementasi peta jalan pengembangan teknologi industri gula tersebut ID FOOD telah menerapkan sejumlah inovasi teknologi.

Seperti Geospatial Information System (GIS), Pertanian Presisi (Precision Farming), dan Teknologi Informasi Smart Farming ID FOOD (Safari).

Untuk penerapan GIS, Frans menuturkan, dilakukan dalam hal pemetaan wilayah kebun menggunakan drone RTK, drone aplikasi kebun, web-based service analysis dan unit pelayanan jasa drone.

“Teknologi ini sudah diterapkan di kebun Hak Guna Usaha (HGU) dan Mitra Petani ID FOOD. Pengaplikasiannya memudahkan dalam melakukan pemetaan dan monitoring kondisi kebun serta tanaman.”

“Sehingga banyak membantu perusahaan dan mitra petani tebu dalam melakukan perawatan lahan dan tanaman,” jelasnya.

Selanjutnya, ID FOOD juga melakukan penerapan Precision Farming yang dilakukan melalui drone spraying untuk pemupukan lahan.

“Di lahan HGU, ID FOOD mengembangkan optimasi pengairan untuk tanaman dengan memanfaatkan teknologi boom sprayer dan manajemen sumber air.”

“Kami dalam 1 tahun terakhir melakukan metode ini untuk memperbaiki kualitas pengairan,” ungkap Frans.

Sementara itu, dari aspek teknologi informasi, ia menuturkan, ID FOOD menerapkan aplikasi Smart Farming ID FOOD atau Safari.

“Aplikasi ini merupakan dashboard Integrasi Smart Farming dari 3 anak perusahaan gula ID FOOD.”

“Di sini terkonsolidasi semua kegiatan seperti adminstrasi, perencanaan, proses budidaya, permintaan biaya, panen, hingga proses pasca panen,” ungkapnya.

Frans mengatakan, pengimplementasian teknologi juga diterapkan dalam program Makmur yang merupakan program integrasi pertanian, kolaborasi antara BUMN sektor pangan, perbankan, dan asuransi.

“Dalam program Makmur kita terapkan precision agriculture. Di mana semua best practice yang ada di PTPN, ID FOOD, dan Pupuk Indonesia semua kami implementasikan di sini.”

“Hasilnya dalam 4 tahun terakhir rata-rata tiap komoditas itu tumbuh di atas 40% dari protas dan berdampak terhadap kesejahteraan petani,” ujarnya.

Lebih lanjut, Frans menuturkan, Perseroan akan terus mendorong penerapan teknologi teknologi industri gula secara bertahap dan berkelanjutan.

Ia mengajak seluruh pelaku industri pergulaan khususnya pelaku industri pendukung yang menyediakan teknologi digitalisasi dan mekanisasi.

Dapat menyiapkan skema kerja sama yang bisa membantu para pelaku industri gula melakukan investasi teknologi dengan lebih mudah dan lebih cepat.

“Kita akan terus dorong digitalisasi teknologi ID FOOD, mengingat saat ini gula masih menjadi kontributor terbesar dari revenue ID FOOD.”

“Kurang lebih sebesar 35% pemasukan dihasilkan dari industri gula yang dihasilkan dari 3 anak perusahaan, yaitu PT PG Rajawali I, PT PG Rajawali II, dan PT PG Candi Baru,” ungkapnya.

Adapun entitas bisnis ID FOOD mengelola 7 pabrik di Jawa Timur dan Jawa Barat mengelola sebanyak 55 ribu ha lahan baik HGU maupun kemitraan, serta berkontribusi sekitar 270 ribu ton gula setiap tahun.

“Artinya ID FOOD mengelola 10 persen dari keseluruhan lahan tebu nasional dan berkontribusi 13 persen dari sisi produksi,” terang Frans.***

Artikel di atas juga sudah diterbitkan portal berita ekonomi dan bisnis Pangannews.com

Sempatkan juga untuk membaca artikel menarik lainnya, di portal berita Haiidn.com Dan Harianekonomi.com

 

Berita Terkait

Pada Bulan Ramadhan, Satgas Pangan Polri Sebut Telah Terjadi Peningkatan Permintaan Beberapa Komoditi
Prabowo Subianto Sebut Pemerintahan Presiden Jokowi Sukses, Apresiasi Pencapaian Ekonomi Indonesia
Inflasi Februari 2024 Terkendali, Pemerintah Berharap Inflasi Volatile Food Turun hingga di Bawah 5 Persen
KADIN Memanggil PROPAMI: Pembukaan Jalan Baru untuk Kerjasama Ekonomi
Pasar Modal yang Berkualitas: PROPAMI dan KPEI Berkomitmen untuk Pertumbuhan Industri
Jasasiaranpers.com Siap Publikasikan Press Release Berita Khusus Ekonomi dan Bisnis, 10 Media Rp3 Juta Saja
Tertinggi dalam Pemenuhan Energi Nasional, Lifting Pertamina Hulu Rokan Capai 59 Juta Barel pada 2023
Sapu Langit Media Network Luncurkan Media Online 062.live – Portal Berita dengan Konten Khusus Video
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 10:33 WIB

PSSI Dukung Makan Bergizi Gratis untuk Anak-anak Karena Sejalan dengan Rencana Sepak Bola Tahun 2045

Kamis, 8 Februari 2024 - 12:36 WIB

VIDEO – Ingin Sepak Bola Indonesia Maju, Pilih Siapa? Tanya Erick Thohir ke Belasan Ribu Pendukung Prabowo – Gibran

Jumat, 22 Desember 2023 - 15:29 WIB

PSS dan Persikabo Terancam Pengurangan Poin hingga Degradasi, Begini Penjelasan PSSI

Kamis, 14 Desember 2023 - 15:25 WIB

VIDEO: Gagas Akademi Sepak Bola Modern, Prabowo Subianto Tegaskan Komitmen Dukung Atlet Perempuan

Kamis, 9 November 2023 - 15:34 WIB

FIFA Puas dengan Persiapan Indonesia untuk Piala Dunia U-17, Begini Penjelasan Ketua Umum PSSI Erick Thohir

Minggu, 1 Oktober 2023 - 15:55 WIB

Jelang Piala Dunia U17, Ketua Umum PSSI Erick Thohir Mohon Doa pada Pemuka Pondok Pesantren

Minggu, 1 Oktober 2023 - 10:40 WIB

Sasar Pihak yang Punya Jabatan Tinggi Maupun Klub, Satgas Antimafia Bola Pastikan ada Tesangka Baru

Kamis, 28 September 2023 - 14:49 WIB

Ada Klub yang Keluarkan Dana hingga Rp1 Miliar, Satgas Anti Mafia Bola Polri Ungkap Modus Match Fixing

Berita Terbaru