BOGOR – Dentuman bola basket menggema di jalanan Car Free Day (CFD) Kabupaten Bogor, Minggu (18/10), saat ratusan pecinta basket serempak mendribel bola untuk memanaskan IBL All Indonesian 2026.
Aksi dribel bersama itu digelar Indonesian Basketball League (IBL) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kegiatan tersebut menjadi pengenalan sekaligus penyulut antusiasme warga menjelang turnamen yang berlangsung 24 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR Laga Tangkas, Cibinong.
Warga dari berbagai kalangan tampak larut dalam keseruan. Selain dribel massal, panitia menghadirkan sejumlah permainan interaktif yang membuat suasana CFD kian meriah.
Direktur Utama IBL, Junas Miradiarsyah, menyebut atmosfer kompetisi harus dibangun sejak jauh hari, bukan hanya lewat pertandingan.
“Kami ingin semangat IBL All Indonesian 2026 sudah terasa sebelum pertandingan dimulai. Melalui kegiatan dribel bersama dan berbagai permainan menarik, kami mengajak masyarakat Bogor untuk ikut merasakan kemeriahan kompetisi. Bola basket bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang kebersamaan dan bagaimana olahraga ini dapat dinikmati semua kalangan,” ujar Junas.
Junas menambahkan, penunjukan Kabupaten Bogor sebagai tuan rumah merupakan upaya IBL memperluas jangkauan kompetisi basket profesional sekaligus menghadirkan pengalaman menonton langsung bagi masyarakat.
“Bogor memiliki potensi dan antusiasme olahraga yang besar. Kami berharap kehadiran IBL All Indonesian tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga mampu menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai bola basket. Kami ingin masyarakat Kab. Bogor merasa menjadi bagian dari kompetisi ini,” katanya.
Pemkab Bogor Incar Efek Domino bagi Olahraga dan Ekonomi
Dukungan penuh datang dari Pemkab Bogor. Turnamen nasional ini dinilai bukan sekadar ajang adu skill, tetapi juga etalase potensi daerah yang bisa menggerakkan roda ekonomi warga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, S.T., M.Si., menegaskan pihaknya mendukung penyelenggaraan IBL All Indonesian 2026 sebagai momentum mengenalkan Kabupaten Bogor lewat olahraga bola basket.
“Kami berharap kehadiran kompetisi ini dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap olahraga, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga di daerah,” ujar Ajat.
Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari event berskala nasional tersebut, terutama bagi pelaku usaha lokal.
“Penyelenggaraan event olahraga berskala nasional seperti ini juga membuka peluang bagi tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari UMKM, kuliner, hingga sektor jasa dan pariwisata. Kami ingin kehadiran IBL tidak hanya menghadirkan pertandingan yang menarik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan perekonomian Kabupaten Bogor,” tambahnya.
Kolaborasi IBL dan Pemkab Bogor diharapkan tidak hanya menyukseskan turnamen, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan olahraga.
Harga Tiket Ramah Kantong, Pelajar Cukup Rp15 Ribu
Bagi yang ingin merasakan langsung gemuruh laga IBL All Indonesian 2026, tiket dapat dibeli melalui aplikasi Livin’ by Mandiri. Harganya bervariasi sesuai kategori tempat duduk dan fase pertandingan.
Pada fase grup, tiket pelajar dibanderol Rp15.000, tribune Rp25.000, dan courtside Rp50.000. Panitia juga menyediakan tiket harian (daypass) serta kategori khusus untuk laga semifinal dan final.
Dengan pilihan harga yang beragam, IBL berharap semakin banyak warga Bogor dan sekitarnya hadir langsung ke GOR Laga Tangkas, menikmati atmosfer kompetisi, sekaligus memberi dukungan kepada para pemain lokal Indonesia.







