WEPSEA 2026 Dorong Perkembangan Pasar Kemasan Pangan Berkelanjutan di Indonesia lewat Forum tentang Pulp Molding, Mempertemukan Berbagai Merek dengan Ekosistem Kemasan

- Pewarta

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WEPSEA 2026 Dorong Perkembangan Pasar Kemasan Pangan Berkelanjutan di Indonesia lewat Forum tentang Pulp Molding, Mempertemukan Berbagai Merek dengan Ekosistem Kemasan

SHANGHAI, 26 Agustus 2026 /PRNewswire/ — Industri kemasan pangan Asia Tenggara terus bergerak cepat menuju solusi yang lebih berkelanjutan, aman untuk pangan, dan mendukung ekonomi sirkular. Melihat perkembangan tersebut, WEPSEA 2026 (World Expo of Packaging Industry – Southeast Asia) yang diselenggarakan RX (China) akan mempertemukan para pelaku industri untuk membahas perkembangan pasar kemasan di Indonesia.


Salah satu agenda utama WEPSEA 2026 adalah forum "Pulp Molded Packaging as an Alternative to Plastic Food Packaging" yang digelar bersama sejumlah asosiasi industri terkemuka di Indonesia. Forum ini mempertemukan pemilik merek, produsen kemasan, pemasok bahan kemasan, dan penyedia teknologi untuk membahas peluang yang muncul seiring dengan kebijakan tentang isu keberlanjutan, tuntutan keamanan pangan, serta meningkatnya kebutuhan terhadap kemasan pangan yang lebih ramah lingkungan.

Forum tersebut menghadirkan perwakilan dari sejumlah platform pesan-antar makanan, jaringan restoran cepat saji, produsen makanan, dan peritel terkemuka di Indonesia, termasuk GoFood, GrabFood, KFC Indonesia, McDonald’s Indonesia, HokBen, Richeese Factory, Kopi Kenangan, Charoen Pokphand Indonesia, Japfa, Indofood, Indomaret, dan Alfamart, bersama produsen kemasan lokal serta pemasok internasional.

Pasar kemasan pangan Indonesia kini memasuki fase perubahan yang semakin cepat. Pertumbuhan layanan pesan-antar makanan dan ritel modern mendorong kebutuhan kemasan yang tahan minyak, tidak mudah bocor, tahan panas, dan mampu menjaga kondisi makanan selama pengiriman. Pada saat yang sama, regulasi lingkungan yang terus berkembang, standar keamanan kontak pangan yang semakin ketat, persyaratan halal, serta kesadaran konsumen yang kian tinggi tentang kemasan berkelanjutan membuat semakin banyak pemilik merek mempertimbangkan alternatif selain kemasan plastik.

Di tengah perkembangan tersebut, kemasan berbahan serat cetak (molded fiber) muncul sebagai salah satu solusi yang menjanjikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari wadah makanan untuk dibawa pulang, baki makanan bersekat, baki produk segar, kemasan telur, penampung minuman gelas, hingga makanan siap santap. Namun, pelaku industri menilai peran kemasan berbahan serat cetak tidak hanya untuk menggantikan plastik. Produk tersebut juga harus menawarkan performa tinggi, memenuhi standar keamanan pangan, tahan minyak dan air, bebas PFAS, mendukung proses produksi otomatis, efisien dari sisi biaya, serta memenuhi regulasi.

Forum ini juga akan melibatkan berbagai perusahaan dalam ekosistem kemasan berbasis serat, mulai dari produsen pulp dan kertas, produsen kertas karton food-grade, pemasok pelapis penghalang (barrier coating), produsen mesin kemasan serat cetak, perusahaan tooling, pemasok perekat, spesialis otomasi, hingga lembaga penguji produk. Kehadiran berbagai pihak tersebut dapat membuka ruang pertukaran teknis antara pemasok internasional dan produsen kemasan Indonesia guna mempercepat pengujian produk, investasi lini produksi, dan pengembangan kemitraan lokal.

Bagi peserta pameran dari berbagai negara, WEPSEA 2026 tidak sekadar menjadi ajang untuk memamerkan produk. Pameran ini juga membuka akses langsung terhadap ekosistem kemasan pangan Indonesia yang berkembang pesat. Dengan demikian, pemasok dapat memahami kebutuhan pengadaan dari merek-merek besar, serta menjajaki peluang untuk melakukan lokalisasi, menjalin kerja sama teknologi, dan mengembangkan bisnis dalam jangka panjang.

Sebagai salah satu platform perdagangan terkemuka untuk industri kemasan di Asia Tenggara, WEPSEA 2026 mempertemukan pemasok bahan kemasan, penyedia teknologi konversi dan mesin, serta industri pengguna akhir dalam satu lokasi. Pertemuan tersebut akan membuka peluang jejaring dan kolaborasi bisnis di sepanjang rantai pasok kawasan.

Dengan status Indonesia sebagai salah satu pasar yang paling dinamis di Asia Tenggara untuk kemasan pangan berkelanjutan, WEPSEA 2026 dapat menjadi pintu masuk strategis bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnisnya di tingkat regional.

Berita Terkait

The Nuclear Company Umumkan Prosperity One, sebuah Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 6,6 Gigawatt di Lewis County, Kentucky
Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif
Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut
Neolix dan Sunway Jalin Kemitraan Distribusi Kendaraan Pengiriman Barang dengan Sistem Otonom di Malaysia
The Ritz Carlton, Bali, Mempersembahkan Kemeriahan Selebrasi Natal dan Tahun Baru
SINEXCEL Kembali Tercantum dalam Daftar “Forbes Asia’s Best Under A Billion 2026” untuk Kedua Kalinya
“The Empowerers | Laos on the Move”
Casio Luncurkan G-SHOCK Analog dengan Desain Fungsional dari Model G-SHOCK yang Pertama

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:45 WIB

The Nuclear Company Umumkan Prosperity One, sebuah Kompleks Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Berkapasitas 6,6 Gigawatt di Lewis County, Kentucky

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:52 WIB

Side Akuisisi Studio “Games Art” Skala Kecil Roboto Entertainment guna Memperkuat Layanan Kreatif

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:18 WIB

Operasi Pelatihan HelpMeSee di Guwahati Menjangkau 51 Dokter Mata di Seluruh India Timur Laut

Kamis, 22 Oktober 2026 - 05:11 WIB

Neolix dan Sunway Jalin Kemitraan Distribusi Kendaraan Pengiriman Barang dengan Sistem Otonom di Malaysia

Kamis, 22 Oktober 2026 - 02:31 WIB

The Ritz Carlton, Bali, Mempersembahkan Kemeriahan Selebrasi Natal dan Tahun Baru

Berita Terbaru